Home

Tampilkan postingan dengan label Meningioma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meningioma. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2018

Jangan pernah Protes

Jangan pernah Protes pada Allah

Itu kata yang mudah diucapkan oleh penonton tapi sulit dijalankan oleh yang ditonton.

Saat ditimpa musibah, kemalangan, penyakit atau apapun yang pasti dirasa nggak enak.

Kadang Ada rasa tidak terima.

Kok?

Kok?

Kok?

Itu Protes? Kayaknya sih iya. Apapun bentuknya.

Saya termasuk yang pernah mengalami rasa tidak terima itu.

Kok bisa ya?

Kok Saya ya?

Kok?

Semakin banyak "kok" yang diucapkan. Semakin jauh Dari rasa nyaman.

Tapi akan datang suatu Masa (gimanapun caranya) Kita harus merasa,

Ya Saya ga boleh protes

Ya Saya ga pantas Protes

Ya Saya terima kondisi ini

Setelah kejadian itu. Kita akan merasa lebih nyaman. Menjalani segala Hal. Yang berhubungan dengan rasa ga enak tadi.

Jadi, jangan Protes, terima aja

Insya Allah kedepan Akan lebih baik lagi.

Aamiin.....


Minggu, 29 April 2018

Cerita hari ini



Cerita hari ini.....

Udah lama nggak potong rambut. Mumpung libur pergilah siang tadi ke salon dekat rumah

Seperti biasa keramas. Potong rambut.

Pas di keringin. Orang salonnya komentar begini. *ibu kasian kepalanya pitak. Pake lidah buaya bu biar tumbuh*

Pitak model ini?


Sy senyum aja. Sambil bilang *iya nanti pake lidah buaya*

Dalam hati mau dipakein segala macem kyknya g mungkin numbuh deh rambut dibagian itu....

Itu cerita saya hari ini.

Sy fera,
Pasien tumor otak, meningioma
Thn 2012 kraniotomi

Sabtu, 10 Februari 2018

Pasien butuh dukungan

Berawal dari obrolan seorang kenalan yang mendampingi suaminya yang pasien tumor otak juga.

Akhirnya pengen juga bikin tulisan ini. Sebagai ucapan terimakasih terutama buat suami....


Tulisan ini lebih banyak ke curhat aja dari awal kena tumor otak dan sampe ada putusan operasi, tapi siapa tau ada manfaatnya juga

Cerita dimulai ya

Sebagai pasien, saat dikasih tau kena tumor otak pasti shock,

Saya tau penyakit itu ada, tapi hanya dari cerita, posisinya pasti jauh dari saya

Tapi faktanya saya kena

Pas dokter bilang resiko terburuk dari meningiomamya, saya adalah buta

Dalam bayangan saya, mendampingi anak usia 12-8-4. Tahun rasanya berat andai tidak bisa melihat

Seminggu itu semangat. Mau operasi. Apalagi kata dokter kalo bolongin kepalanya ga terlalu besar

Tapi seminggu kemudian saya drop. Takut.

Menurut saya klo sy abis operasi g bangun lebih menakutkan dibanding sekedar tidak bisa melihat

Tiap hari saya nonton macam-macam pengobatan alternatif, tapi ga ada yang sreg

Saya bersyukur, suami ga pernah sekalipun memperlakukan saya seperti orang sakit. Biasa aja

Dia juga ga pernah minta saya untuk segera ambil keputusan, Semua mengalir begitu saja

Sesekali dia menawarkan pengobatan, misalnya, browsing, trus hasilnya diperlihatkan ke saya, tapi belum ada satupun yang ingin saya coba.

Masa itu berlalu selama 1 tahun, dan saya mulai bangkit. Dan menerima kondisi diri

Sampai suatu hari, saat Pulang kantor, suami bawa tulisan. Dia bilang, Ada dokter sangat terkenal di karawaci, mau Kita coba datengin?

Mungkin udah waktunya juga. Akhirnya saya mau ketemu dokter untuk bahas TO

Saya tau, suami juga pasti galau, tapi dia ga pernah ngeliatin galaunya di depan saya. Semua ga ada yang berubah. Jalan seperti biasa

Saya blank Sama RS itu. Posisi saya di bandung, akhirnya daripada dateng ga ada hasilnya, saya coba telpon rumahsakit

Ga Tau kenapa. Saya sangat bersemangat untuk pergi saat itu

Saya baru tau klo dokter yang dituju adalah dokter terkenal yang pasiennya antri

Daftar oktober. Dapet antrian november

Saya pikir klo nunggu sampe November bisabisa saya drop lagi semangatnya

Dijelasin suster klo disana kerja nya Tim. Jd Kita bisa konsul Sama Tim nya aja

Ok. Akhirnya saya cap cip cup pilih dokter, lha saya ga tau harus pilih siapa, akhirnya saya milih dokter berdasarkan nama saja, Alhamdulillaah saya cocok sama dokternya

Ga ada perasaan takut sebagai pasien

Beliau santai menanggapi galaunya saya, pertanyaan konyol saya sebagai pasien dijawab dengan santai, pasti beliau udah biasa ngadepin pasien galau,

Setelah MRI lagi akhirnya saya liat faktanya klo Tumor Otak itu terlihat nyata

Hari itu wacana operasi belum Ada. Yang Ada hanya diskusi. Setelah selesai pulanglah kerumah

Dua bulan berlalu, tetap belum ada putusan

Bulan ketiga saya baru berpikir, iya juga yang diomongin dokter. Usia saya waktu itu 41. Kondisi fisik masih bagus. Andai saya tahan 10 tahun lagi. Apa iya fisik saya masih bagus, mungkin udah banyak komplikasi lain

Sebulan - dua bulan kemudian saya rajin browsing

Saya cari info tentang dokter yang merawat. Tampaknya Aman,

Buka YouTube, cari info tentang kraniotomi

Kegiatan saya maksudkan untuk mencoba menaklukkan diri sendiri. Membangkitkan keberanian

Tiap hari nonton YouTube yang isinya hal hal yang akan dilakukan dokter pada kepala saya saat operasi

Jadi tiap hari saya liat darah, belah kepala. Sampai hati saya dingin udah ga ada lagi rasa takut

Akhirnya saya bilang sama suami. Ok kita dateng ke dokter. Saya mau operasi

Gitu cerita perjalanan saya mencari kesembuhan

Mungkin yang bisa di simpulkan, saat kita kena suatu penyakit, yang pertama kita lakukan adalah menerima dulu. Dan dukungan dari orang sekitar

Jadi pas hari H masuk ruang operasi. Saya udah plong. Udah sangat ikhlas

Ga Ada drama tangis2an

Operasi saya hanya ditunggu Kakak dan suami.

Memang kami kondisikan seperti itu. Saya ga mau banyak orang yang kasian liat pasca operasi

Operasi berjalannya selama 8-9 jam

Pasca operasi yg saya usahakan segera sadar. Jadi saat badan masih lemah. Saya gerakan semua badan yg bisa bergerak

Dari kaki sampai akhirnya bisa buka mata

Alhamdulillaah

Sampe sekarang saya masih bisa beraktifitas seperti biasa


Sabtu, 31 Oktober 2015

Saya, pasien Tumor Otak dgn hasil PA Trasitional Meningioma, WHO Grade I







Tiap orang ketauan kena tumor otak beda-beda caranya.

Kalau saya karena penglihatan yang kadang-kadang suka goyang akhirnya disuruh CtScan.


1 Oktober 2010 - Pertama tau kena meningioma

CtScan, dan ditemukan tumor yang disebut meningioma berukuran 1.43x1.34x1.82 cm

Kesan dan pesan waktu CT Scan :)

Gak mau operasi, karena takut. Selama setahun minum rebusan daun sirsak


7 Oktober 2011 - Setahun bersama Meningioma

Memberanikan diri untuk periksa, berharap usaha minum rebusan daun sirsak berhasil. Jadi gak perlu operasi

Dari hasil MRI ternyata Meningioma masih ada 2x2x2.4cm.

Berarti bukan rejekinya sembuh dengan minum rebusan daun sirsak,

Kesimpulan MRI nya

Sebetulnya tidak ada keluhan yang berat, hanya penglihatan yang kadang-kadang suka goyang, dan sakit kepala. Tapi karena sudah tau ada tumor di otak, suka ada rasa takut.


19 Januari 2012 - Hari ini, Coba Ngerasain Kraniotomi :)

Setelah bolak balik konsultasi dengan dokter, coba memberanikan diri untuk kraniotomi. Setelah 7-8 jam operasi, masuk ke ruang ICU. Alhamdulillaah bisa segera siuman.
Ternyata kraniotomi masih menyisakan sebagian meningioma. Jadi meningioma tidak bisa bersih.


7 Oktober 2013 - Follow up 18 Bulan Kraniotomi

Sebetulnya meningioma yang tersisa di kepala tidak terlalu mengganggu aktifitas, walaupun sakit kepala masih suka muncul, tapi sangat mengganggu pikiran, dengan berbagai pertimbangan, mulailah mencari cara lain, supaya meningioma bisa benar-benar hilang.

Setelah konsultasi lagi, dicoba treatment dengan menggunakan Gamma Knife.


19 September 2013 - Operasi (lagi) Gamma Knife

Hari ini mencoba treatment dengan Gamma Knife, berharap sisa meningioma yang berukuran 1cm bisa hilang.
Hasil MRI saat Gamma Knife 19-9-2013


19 September 2014 - Follow up 12 Bulan Gamma Knife

Pas setahun setelah treatment dengan Gamma Knife, MRI lagi, masih ada sisa meningioma berukuran 0.9cm

Kesimpulan MRI 19-9-2014 : Mulai mengecil, dan semoga terus mengecil


Memang hasil Gamma Knife tidak bisa sekaligus tampak hasilnya. Karena kata dokternya sel tumornya dimatikan (dirusak?) jadi lama-lama diharapkan akan mati.



Tahun ini saya belum kontrol lagi nih, semoga kalau kontrol hasilnya lebih banyak lagi tumornya yang hilang Aamiin.

Senin, 30 September 2013

Setahun Bersama Meningioma




7 Oktober 2011

Setahun sudah lewat. Semua keluhan kayaknya hilang, berkurang jauhlah. Jarang pegel, jarang sakit kepala, goyang dimata juga udah nggak.

Jadi semangat buat periksa, perasaan sih meningoma nya sudah hilang.

Mau periksa tapi belum tau harus kemana.

Coba browsing, katanya ada Rumah Sakit di Karawaci yang dokternya  sering meng-operasi otak.


Dengan semangat dan keberanian penuh dan yakin sudah hilang berniat hanya untuk periksa, .

Hanya untuk periksa !!!


Pilih-pilih dokter, karena nggak tau harus merujuk kemana.


Ketemu pertama, dokternya cukup menyenangkan, membuat saya lebih percaya diri untuk sembuh.

Saat konsultasi saya tanyain semuanya, termasuk kemungkinan menghilangkan meningioma selain dengan operasi


Tapi katanya sampai sekarang (7 okt 2011)  nggak ada obat lain selain pisau :D

Hari itu juga saya  MRI ternyata ukuran meningioma nya kurang lebih 2 x 2 x 2.4 cm, mulai menekan pembuluh darah,

sarannya : segera angkat ! !


MRI, setahun udah lewat, tapi meningioma itu masih ada :)

Kesimpulan MRI nya


Yang saya suka dari dokter ini, dia nggak nyuruh untuk segera operasi, hanya mengarahkan saya untuk berpikir ( ujung-ujungnya ya operasi juga sih).

Katanya gini : tumor itu sekarang obatnya hanya pisau, sekarang ukuran tumor baru 2.5cm, baru hampir kena pembuluh darah, umur 42 tahun. Tapi kalau ditunda misalnya 10 tahun lagi, umur udah tambah banyak, pemulihan mungkin akan lebih lama, ukuran tumor mungkin membesar, waktu operasi mungkin lebih lama.

Dokternya juga cerita pernah ng-operasi tumor ukuran 10cm sehari semalem baru selesai.

Ya pasti beda-beda lah kasusnya, tergantung posisi nya juga.  Posisi memang menentukan prestasi  :)

Malam itu pulang kerumah tanpa putusan apapun. Yang kepikiran saat itu cuma pulang,istirahat dirumah.

Kan rencana awal datang konsultasi memang cuma mau periksa, bukan buat memutuskan buat ngangkat meningioma



Kamis, 26 September 2013

'Hadiah' itu namanya MENINGIOMA

 


Tiga Tahun Yang Lalu  (1 Oktober 2010)


Untuk kesekian kalinya balik lagi ke dokter spesialis saraf. Keluhannya : pegel sebagian dan bergantian.

Kaki+tangan kanan atau kaki+tangan kiri. Sering sakit kepala juga, tapi dikira sakit kepala itu memang biasa, jadi sering dibiarin aja. Nggak pernah ditanyakan ke dokter

Semua pemeriksaan ya darah,foto semua hasilnya baik.

Selesai periksa ngobrol, sampai akhirnya saya bercerita tentang mata yang suka goyang.

Gambarannya seperti air tenang yang ketetesan air, kadang seperti itu kondisi mata bagian samping.

Belakangan ini baru tau kalau itu termasuk 'kejang ringan'.

Dokter nya menyarankan untuk CT Scan.

CT Scan itu,ternyata masuk tabung, kepala kalau nggak salah sampai 1/2 badan masuk.

Dan memang ada massa di otak sebelah kanan, tumor di otak namanya meningioma ukurannya kurang lebih 1.43x1.34x1.82cm, termasuk tumor jinak. Tapi seperti apapun jinaknya tetep aja menakutkan

CT Scan, iya bener,ternyata memang ada 'benda' itu dikepala

Kesan dan pesan waktu CT Scan :)


Katanya bagian yang tertekan tumor adalah saraf di mata,jika dibiarkan kejangnya akan permanen,mengganggu penglihatan, terburuk tidak bisa melihat .

Rasanya waktu dibilang begitu : kaget, takut, bingung semua rasa ada.

Seminggu pertama setelah CT Scan, positif mau operasi dengan pertimbangan takut terganggu penglihatannya.

Tapi setelah seminggu semangat langsung hilang, terlalu mengerikan jika membayangkan kepala dibongkar-bongkar

Udah itu menghilang dari RS, nggak balik-balik lagi ke RS. Musuhan sama RS :D

Selama satu tahun hanya minum rebusan daun sirsak, berdoa, berharap tumor hilang tanpa operasi.